CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Details

Rabu, 06 November 2013

Air Sendu Ini Mengalir Lagi


hari ini genap satu bulan.
terakhir aku menemui wajah yang sempat memudar
iya..
kala itu wajah itu ada disini duduk manis bersamaku dipenghujung gelap
kurang lebih satu tahun terakhir aku dinyanyikan lagu nyaman olehnya
laki laki berwajah teduh yang tak bosan mendongeng bersamaku

hari ini keteduhan kembali ada tapi aku tidak tahu
keberadaannya dipelosok mana
dia masih menari berpuisi manja di sepotong hatiku

hay kamu..
manusia paling cerewet, sudah lupa kau dengan aku?
aku saja ingat jelas kau selalu memanggilku anak kecil
masih ingatkah kalimat yang kau ucap saat aku tak mau mendengarmu
(dasar anak kecil, kalau kenapa kenapa dijalan gimana)

ah.. air sendu ini megalir lagi,,
kenapa kau tak tahan aku saat aku pergi
kau sudah bosan dengan semua tingkah bodohku..
ayolah kemari lagi, temani aku diam berbisik aku suka
tak rindu kah kau dengan semua tulisanku..

jaga dirimu,, kau adalah teman, tidak hanya teman kemarin
namun juga teman sya'ir. apa kau pikir aku melupakanmu
kau tetap disini terbaring manja di bagian rinduku..
jaga dirimu.. jangan nakal aku akan bilang padamu
lain kali saat kau menyapaku aku mau tidak bodoh lagi

Selasa, 09 Juli 2013

Katup bibir Ramadhan


Allah aku ingin mendesah katup bibir ini tetap lebam
tak percaya setinganMu menghantarkan aku pada ramadhan ini
suci Allah,, sungguh kelam rebahan lalu tertutup senyap
lalu aku adalah boneka rintih
mengelus lebam perih diperadaban suci

Allah lalu aku adalah pratinjau terjemahan
duhai Allah lalu masih ternikmat jelas
patah sebelah perisai perasaan ini disetiap subuh
sungguh Allah lalu aku senyap sangat senyap tanpa rupa

Ramadha-Mu Allah mencumbuku untuk rindu
Ramdhan-Mu Allah memilihku untuk lemah
Ramadhan-Mu Allah menutupku untuk diam
Allah aku perisai rindu, rindu iman

Kamis, 23 Mei 2013

Pilar gedung tua



Lihatlah aku,pelajari wajahku dan bacalah dari wajah itu
apa yang ingin kauketahui yang tidak dapat aku katakan,,
lihatlah aku bergerak letih bagai sayap burung hantu
terkulai patah hati yang tidak akan berubah karena musim dan waktu,,

cinta yang datang dalam mimpiku dan pergi saat aku terjaga,,
maut yang akan kembali menyatukan kita,,
dan cintaku terbawa mati dalam keabadiaanmu
penyiksaan terdiam ketika kita duduk dalam hening
bagai pilar gedung tua tersungkup awan malam

tak ada kata bercerita karena sepi menghimpit ujung lidah
tidak ada lagi diantara kita yang harus dikatakan
Adinda...
mendekatlah padaku biarkan malam menjadi cemburu


satu rindu lagi aku petik dari surat surat kecil yang selalu menerjemahkan seribu bahasa bahasa klasik rasa, seperti setelan taman tertambat pilu, ah menerjemahkan saja aku sudah ngilu, terimakasih semoga kau selalu sehat agar aku bisa melihat muka tentram itu semoga kau selalu dijaga dalam tepian rindu iman agar aku bisa selalu bertanya, semoga kau diberi wanita terbak pilihan ALLAH wanita penyejuk jiwamu agar aku bisa melihat bahagiamu, wanita terindah untuk anak anakmu biar aku bisa turut tesenyum melihatmu damai, semoga bahagiamu mutlak.

puisi by : Kamus bernyawa

Sabtu, 18 Mei 2013

Masih surat kecil



Kau datang dengan senyuman,,
Kau bagai bintang dimalam yang gelap,,
menerangi jiwaku yang hitam,,
wajahmu yang lugu membuatku terbayang akan eloknya wajahmu
indah menenangkan jiwaku yang galau akan sesuatu

aku merasakan ada getaran cinta diqolbuku,,
ajari aku cinta,,
untuk bersabar,, untuk menemukan iman yang benar
untuk menjaga segala kemuslimahanmu
mengangkat drajat keimananku
serta membawaku dalam indahnya agama Allah

ajari aku cinta,,
seperti para makhluk Allah yang selalu berfikir
hamba Allah yang selalu berdzikir,,
dijauhkan dari manusia kafir
dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir


ah siapa yang tak tersenyum simpul jika membaca bait tulisan romantis diatas.
ini aku dapat surat kecil lagi dari kamus bernyawa, senang ya jelas sungguh senang
rasanya sungguh nikmat Allah tanpa batas, Dia hadirkan kamus dalam hidupku,,
kamus yang baik, tak pernah marah melihatku tersenyum sepertinya kepuasan tersendiri baginya, kali aja Allah juga memberiku kesempatan untuk bisa membuat hal yang sama untuknya aku dengan senang hati melakukanya, asal dia mau tertawa denganku sudah cukup iya hingga nanti Allah yang menentukan keputusan terakhirnya.

hay terimakasih ya, puisimu bagus aku suka sekali
jangan bosan selalu menulisnya untukku, aku jua akan setia membacanya

puisi by : Kamus bernyawa

Jumat, 17 Mei 2013

Basuh kesetiap perbelokan



Barang siapa mamberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR Abu Daud)

riwayat diatas menampar guratan muka lelah saya.
benar benar membuat hati ini diam dan bisu
mau tidak mau , suka tidak suka riwayat ini harus saya isi kedalam pelung jiwa
harus saya terjemahkan kedalam rindu pemikiran
harus saya basuh kesetiap perbelokan

Agar tidak mengenal rasa kecewa untuk apapun dan kepada siapapun
agar menyapu pelupuk nyata
menoreh bayangan salah
bantu saya, saya hanya manusia bernyawa lemah
bertangan keriput, berwajah sayu

Rabu, 15 Mei 2013

Tepian bibir lembayung



aku hanya seorang perindu perih yang menitik tepian bibir lembayung,
menelusup meraba celah damai dalam pelung yang terkoyak,
menelanjangi jiwa dengan hujatan permohonan harapan,
dan selalu menapaki buih buih belaian senja untuk menikmati cumbuan syahdu.

aku hanya seorang pembaca karakter luka yang menyeret karang menciumi ombak.
menari , memeluk getaran tenang dalam tetesan hampa
menyayat raga dengan rintihan keluh sesal
dan selalu menjajaki guratan guratan bisu dipelukis wajah sayu

Selasa, 14 Mei 2013

Sayu



aku ga tau dan ga akan pernah mau tau apa kamu itu bakal baca tulisan ini apa ga.
aku cuma pengen bilang kali ini aku bener bener terdampar dibibir pantai perasaan gusar
perasaan perih , perasaan kecewa semua duduk rapi dipelopak mata didepan kaca sayu
sudah terjatuh berkali kali tapi tetap saja buih resah mengalir membodohkan diri sendiri
meraba jawaban dilapangan malam.

kamu tau aku sekuat tenaga mengolah jiwa untuk menghardik perasaan kecewaku
apa kamu paham aku lebih baik kehilangan lembayung rinduku
dari pada aku kehilangan senja ceritaku
tapi kamu masih tetep tuli!

harus berapa ribu kata lagi aku kirim hingga turun komentar penjelasan pengharapan darimu
ah sudahlah aku enggan berpikir, aku lelah yang dulu dirindui dengan tulus kini pertemanan itu berakhir tanpa bekas
aku harus lari keujung tumpukan pasir agar tidak ada kata kau dan aku dulu pernah menjadi bintang bahagia karena pertemanan.

maaf