hallo hujan...
sore ini ya sore ini tanggal 9 februari 2015 aku memutuskan untuk membuka blog lama ini, ya benar sungguh sudah lama sekali blog ini tidak ku sentuh tepatnya 1 tahun silam dimana hati dan perasaan ini benar benar terkoyak habis. ya benar 1 tahun silam aku memutuskan untuk jatuh cinta sekaligus patah hati, 1 tahun silam juga aku menangis tiada henti. benar adanya postingan yang pernah aku posting adalah segala rasa yang menuai 1 tahun silam benar pula semua tentang kamus bernyawa ya tidak asing bukan kamus benyawa.
biar aku ceritakan soalnya dia adalah orang yang dulu Tuhan hadirkan di masa aku berada dititik 0 hingga tanpa sadar dia sudah bersemayam dengan perasaan ini, hingga aku sadar aku salah. bukan hal mudah bagiku bisa bangkit atau sejenak melupakan, butuh banyak waktu untuk menyadarkan hati dia tidak lanyak di bina didalam hati erma, butuh waktu yang panjang untuk tidak menangis mencarinya saat aku terjatuh butuh waktu panjang agar aku percaya dia tidak layak, bahkan sampe detik ini pun sama hanya bedanya aku lebih bisa sedikit rasional. bahwa yang aku suka dari nya sudah tidak ada maka cinta ini pun ikut berlalunya ketiadaan itu,
butuh proses panjang agar aku tidak menangis setiap mengingatnya, dia tidak pernah berjanji apapun atau memberi harapan apapun, dan akupun bingung ini jenis perasaan seperti apa yang sudah jelas namun tetap bertahan dengan perasaanya. sampe detik dimana tanpa sadar aku harus belajar dan berjalan dengan orang baru, aku belajar ada kenangan baru yang harus dijaga sampe aku sadar ada hal baru yang sama manisnya ataupun sama sendunya.
semoga ini bisa menyembuhkan lukaku tentang kamus bernyawa bukan berarti nanti aku tak terluka namun setidaknya ada janji yang kita semat suci hingga Tuhan menunjukan Ridhannya.
selamat tinggal kamus bernyawaku :) terimakasih untuk rindumu selama ini
Details
Senin, 09 Februari 2015
Kamis, 06 Maret 2014
Semuanya Menggelayut

awal maret di tahun kedua
serba serbi tahun lalu pun masih terbengkalai
terbuang namun tak jua hilang
tahun ini tahun kedua
untaian kisahpun sama terombak kembali
tahun ini teman bersajak rindupun tiada
semuanya menggelayut di tepian setiap pandangan
ah kamu bisakah disini kembali menulis sejarah hidup kita
bisakah berdiam disini bersama diriku
yah diriku temanmu sendiri
kau tau senja lalu ukiran yang pernah kuceritakan mengalir kembali
bahkan lebih menguras waktuku
saat ini tiada lagi sosok bermain diruamg hampaku
kau pun ikut berlari menjauh bersama ketiadaanmu
mungkin
semakin waktu hilang maka kitapun semakin hilang
semakin rindu menipis sejarah pun semakin menjauh
semakin siang melambai semakin gelap pula kenangan
apakah pun dengan pertemanan kita
tidak , tidak ada yang diharap
maka ku mohon jangan sentuh aku lagi dengan cara yang sama
karakter ini akan tetap menjadi karakter
hingga kau dan aku hilang dan lenyap dari peradapan kehidupan
tidurlah usai semua cerita
Sabtu, 28 Desember 2013
secargkir kopi rindu

hay pagi...
aku mau sekecup sendu dari katup bibirmu
untuk menambah lukisan diraut raga
dan sedikit memoles seiris rindu diam ini
hay pagi...
aku boleh minta selembar pandangan sapa matamu
untuk menapaki tepian pinggir kota
dan secuil energi rindu sunyi ini
hay pagi...
aku boleh menyapa tulisan sejarah yang tersemat olehmu
untuk menikmati sentuhan syahdu tawamu
dan secuil angan rindu senja ini
hay pagi...
aku sudah tau pagi ini aku masih tetap sama
ya tetap sama merindumu diujung embun redup
aku juga tetap sama mengukir hayalan tentangmu
sambil menikmati secargkir kopi rindu juga
hay pagi...
kau paham bukan, seberapa kau damai disini
ya disini dihatiku, lalu atau saat ini sama saja
kau juga aku rasa, rindu ini tak berkurang seirispun
pergilah lain kali kita memadu lagi
Sabtu, 21 Desember 2013
Di antara pedih dan nikmat

Malam kian larut sayang
Dan aku hanya ditemani suara jangkrik bernyanyi
Dingin embun yang mulai turun ke bumi
Dan sendunya bulan mengintip dari balik mega
Aku nikmati suasana ini
Biasanya, kan ku buka kembali bait demi bait kataYang tersimpan dalam album chat kita
Membacanya berulang-ulang
Di antara pedih dan nikmat
Dan antara sedih atau bahagia
Hingga malam meninggalkanku
Seperti saat ini
Namun ratusankata itu terhapus sudah
Oleh emosi dan keegoisanku semata
Oleh amarah dan tangis yang meledak
Hingga buta pikiranku
Dan hilang akal sehatku
Di pembaringan ini aku menahan perih
Andai bisa aku berteriak pada langit“Dasar bodoh!”
Mungkin langitpun kan mentertawaiku jua
Aku merindukan dia, yang jauh
Namun aku yang meminta ia menjauh
Malam kian larut sayang
Namun pikiranku masih berkelana
Jemputlah aku duhai alam mimp
iAgar aku bisa lega kembali
Dan berkurang rasa perih
Perih merindukan yang ku kasihi …
Gerimis Basah

malam akhir tahun di 2013 ditemani gerimis basah
sama air bening rindu ini juga ikut terbawa hujan
rindu sekali rindu kamu ibu,, rindu kamu kamus bernyawa
rindu mba hen ngerasa berdosa bener bbener ngerasa berdosa ga bisa nemuin diwaktu yg
cuma sekali seumur hidup
rindu setahun lalu ada kamu kamus bernyawa ada mba heni
aku capek mau kketemu kalian mau kayak dulu lagi
kamu emang ga kangen sama aku
kamu ga kangen nakalnya aku,, manjanya aku
kamu tega liat aku nangis sendirian
apa beneran kamu ndak pengen dengerin aku cerita lagi
balik sini temenin aku lagi
aku ga bisa nelpfon ibu tiap hari
mau sampe kapan kamu tega gini sama aku
katanya saudara ,katanya kita teman
kamu jangan jahat jahat toh yah
Rabu, 06 November 2013
Air Sendu Ini Mengalir Lagi

hari ini genap satu bulan.
terakhir aku menemui wajah yang sempat memudar
iya..
kala itu wajah itu ada disini duduk manis bersamaku dipenghujung gelap
kurang lebih satu tahun terakhir aku dinyanyikan lagu nyaman olehnya
laki laki berwajah teduh yang tak bosan mendongeng bersamaku
hari ini keteduhan kembali ada tapi aku tidak tahu
keberadaannya dipelosok mana
dia masih menari berpuisi manja di sepotong hatiku
hay kamu..
manusia paling cerewet, sudah lupa kau dengan aku?
aku saja ingat jelas kau selalu memanggilku anak kecil
masih ingatkah kalimat yang kau ucap saat aku tak mau mendengarmu
(dasar anak kecil, kalau kenapa kenapa dijalan gimana)
ah.. air sendu ini megalir lagi,,
kenapa kau tak tahan aku saat aku pergi
kau sudah bosan dengan semua tingkah bodohku..
ayolah kemari lagi, temani aku diam berbisik aku suka
tak rindu kah kau dengan semua tulisanku..
jaga dirimu,, kau adalah teman, tidak hanya teman kemarin
namun juga teman sya'ir. apa kau pikir aku melupakanmu
kau tetap disini terbaring manja di bagian rinduku..
jaga dirimu.. jangan nakal aku akan bilang padamu
lain kali saat kau menyapaku aku mau tidak bodoh lagi
Selasa, 09 Juli 2013
Katup bibir Ramadhan

Allah aku ingin mendesah katup bibir ini tetap lebam
tak percaya setinganMu menghantarkan aku pada ramadhan ini
suci Allah,, sungguh kelam rebahan lalu tertutup senyap
lalu aku adalah boneka rintih
mengelus lebam perih diperadaban suci
Allah lalu aku adalah pratinjau terjemahan
duhai Allah lalu masih ternikmat jelas
patah sebelah perisai perasaan ini disetiap subuh
sungguh Allah lalu aku senyap sangat senyap tanpa rupa
Ramadha-Mu Allah mencumbuku untuk rindu
Ramdhan-Mu Allah memilihku untuk lemah
Ramadhan-Mu Allah menutupku untuk diam
Allah aku perisai rindu, rindu iman
Langganan:
Postingan (Atom)